Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.Bondowoso, Kepala Dinas Bapak Hendri Widotono, S.Pt,.M.P didampingi Sekretaris Dinas, Kabid Keswan dan Kesmavet, dan Kabid Peternakan Melaksanakan Rapat Koordinasi tentang SENSUS TERNAK Kab.Bondwoso Berama Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.Bondowoso.
Sensus Ternak di Kabupaten Bondowoso dilaksanakan sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk memperoleh data yang akurat dan terbaru mengenai jumlah serta kondisi hewan ternak yang dimiliki masyarakat. Data ini sangat penting karena sektor peternakan merupakan salah satu penopang perekonomian daerah, terutama bagi masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidup pada usaha Sapi, Kambing, Domba, maupun Unggas.
Melalui sensus ternak, pemerintah dapat mengetahui secara pasti populasi ternak, persebarannya di setiap kecamatan, serta potensi pengembangannya. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan, seperti penyaluran bantuan pakan, vaksinasi, pengendalian penyakit hewan menular, hingga program peningkatan kualitas bibit ternak, dengan data yang valid, bantuan dan program tidak salah sasaran.
Selain itu, sensus ternak juga mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah. Dengan mengetahui jumlah produksi daging, susu, dan telur, pemerintah dapat memperkirakan ketersediaan pangan hewani bagi masyarakat. Hal ini juga membantu menjaga kestabilan harga di pasaran serta meningkatkan daya saing produk peternakan lokal.
Tidak kalah penting, Sensus Ternak menjadi bagian dari upaya pengawasan dan perlindungan terhadap kesehatan hewan. Data yang terkumpul memudahkan pemerintah dalam melakukan pemantauan jika terjadi wabah penyakit, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Dengan demikian, pelaksanaan sensus ternak di Kabupaten Bondowoso bukan sekadar pendataan biasa, melainkan langkah penting dalam perencanaan pembangunan, peningkatan kesejahteraan peternak, serta penguatan sektor peternakan sebagai salah satu potensi unggulan daerah khususnya di Kabupaten Bondowoso. Jumat, 13 Februari 2026